Infogarut

Nyari Tawa: Komunitas Sepeda Garut untuk Cari Teman dan Kesenangan

A
Aulia Natasha NursyahlaaPublisher
27 Agustus 2026 pukul 08.22 6 menit baca
Nyari Tawa: Komunitas Sepeda Garut untuk Cari Teman dan Kesenangan
Nyari Tawa: Komunitas Sepeda Garut untuk Cari Teman dan Kesenangan

Di Garut, kegiatan bersepeda kini bukan hanya soal olahraga atau mencari rute baru. Lewat Nyari Tawa, sekelompok warga memilih menjadikan sepeda sebagai alasan untuk berkumpul, menikmati perjalanan, sekaligus membangun cerita bersama. Komunitas ini terbuka untuk siapa saja tanpa melihat usia maupun jenis sepeda yang digunakan.

Bagi Nyari Tawa, bersepeda bukan sekadar mengayuh pedal. Sesuai dengan namanya, komunitas ini ingin mencari tawa dalam setiap putaran roda sepeda. Berawal dari tongkrongan empat orang, Nyari Tawa kini berkembang menjadi komunitas yang dikenal lebih luas, bahkan menarik perhatian pesepeda dari luar Garut.

Baca Juga: Morning Run di Garut, Ini 4 Spot Favorit untuk Lari di Pagi Hari

Mengenal Nyari Tawa, Komunitas Sepeda Garut yang Terbuka untuk Semua

Nyari Tawa merupakan komunitas sepeda yang cukup fleksibel. Tidak ada batasan mengenai jenis sepeda maupun usia anggotanya. Siapa saja yang ingin bersepeda dan memiliki sepeda bisa ikut bergabung.

Komunitas ini awalnya dibentuk oleh Alfi, Samba, Mikal, dan Sopian. Mereka pada awalnya hanya bersepeda bersama sebagai teman tanpa memiliki target untuk membangun komunitas besar. Namun, semakin banyak orang yang tertarik untuk ikut, Nyari Tawa pun perlahan berkembang.

Nama Nyari Tawa sendiri muncul dari ucapan spontan salah satu anggota. Nama tersebut kemudian dianggap sesuai dengan konsep komunitas, yaitu bersepeda sambil mencari kesenangan dan cerita di setiap perjalanan.

Berawal dari Tongkrongan hingga Jadi Komunitas

Awalnya, kegiatan Nyari Tawa muncul karena tren bersepeda yang sedang ramai. Namun, kegiatan tersebut kemudian berkembang menjadi rutinitas. Saat ini, Nyari Tawa memiliki kegiatan seperti Sunday Morning Ride yang dilakukan setiap hari minggu pagi, dan Raboo Raboo yang dilakukan setiap hari rabu.

Salah satu alasan Nyari Tawa dibentuk adalah karena saat itu belum banyak wadah bagi anak muda di Garut untuk berkumpul dan bersepeda. Komunitas ini kemudian menjadi tempat untuk mencari teman dan membangun relasi dalam lingkungan yang positif.

Kegiatan Nyari Tawa Tak Hanya Bersepeda

Aktivitas Nyari Tawa juga tidak dibuat monoton. Selain bersepeda bersama, komunitas ini melakukan berbagai kegiatan seperti mancing kalcer, eksplorasi alam, makan bersama, hingga agenda camp bike.

Dalam satu minggu, anggota Nyari Tawa bisa berkumpul dan bersepeda bersama sekitar dua kali. Beberapa rute yang biasa dilewati di antaranya Jalan Ibrahim Adjie, Gunung Guntur, dan Cilawu.

Rute Cilawu menjadi salah satu perjalanan yang cukup berkesan karena jalurnya menanjak. Saking menantangnya, anggota Nyari Tawa bahkan menyebut perjalanan tersebut dengan istilah “sakieu mah long ride”.

Di luar aktivitas bersepeda, anggota juga sering berkumpul untuk sekedar nongkrong. Momen tersebut biasanya diisi dengan bertukar pikiran, ngobrol soal bisnis, berbagi cerita tentang sepeda, hingga curhat.

Outfit Kalcer Jadi Salah Satu Ciri Khas

Ada hal lain yang membuat Nyari Tawa punya ciri tersendiri dibandingkan komunitas sepeda lainnya, yaitu dari gaya berpakaian anggotanya.

Nyari Tawa biasanya menggunakan pakaian santai atau yang mereka sebut sebagai outfit kalcer. Gaya tersebut menjadi bagian dari karakter komunitas yang ingin tetap membawa suasana santai dan menyenangkan ketika bersepeda.

Nyari Tawa Terbuka untuk Pesepeda Pemula

Saat ini, jumlah anggota Nyari Tawa diperkirakan mencapai sekitar 100 orang. Namun, jumlah tersebut bukan batasan karena setiap kegiatan juga sering diikuti oleh orang-orang di luar anggota komunitas.

Nyari Tawa memang tidak memiliki syarat khusus untuk bergabung. Selama memiliki sepeda dan ingin ikut bersepeda, siapa saja boleh bergabung. Komunitas ini juga tidak membatasi berdasarkan usia maupun latar belakang.

Bahkan, pesepeda yang masih pemula tetap dipersilakan untuk ikut. Anggota yang sudah lebih berpengalaman akan mendampingi jika ada anggota lain yang merasa kurang kuat saat perjalanan.

Bagi yang ingin mengenal Nyari Tawa lebih jauh, komunitas ini bisa ditemukan melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok pribadi para anggotanya, yang kemudian diarahkan ke Instagram Nyari Tawa.

Dampak Nyari Tawa untuk Anggota dan Lingkungan Sekitar

Kehadiran Nyari Tawa tidak hanya memberikan ruang untuk bersepeda, tetapi juga membawa dampak bagi para anggotanya. Salah satunya dari sisi kesehatan karena kegiatan rutin membuat anggota yang sebelumnya jarang beraktivitas menjadi lebih aktif dan bugar.

Kegiatan bersepeda juga membuat anggota semakin sadar terhadap pengguna jalan lainnya. Mereka belajar untuk saling berbagi jalan dan lebih memperhatikan kondisi sekitar saat bersepeda.

Suasana menyenangkan yang dibawa Nyari Tawa saat bersepeda juga membuat orang lain tertarik untuk ikut bergabung. Komunitas ini membawa kampanye “all bike, are welcome”, yang menunjukkan keterbukaan mereka terhadap siapa saja yang ingin ikut bersepeda.

Selain menambah teman, kegiatan di dalam komunitas juga membantu anggota yang sebelumnya kurang banyak berinteraksi menjadi lebih mudah bergaul. Bahkan, relasi yang terbentuk di dalam komunitas bisa membuka peluang usaha karena sesama anggota saling mendukung bisnis yang dimiliki.

Aktif dalam Kegiatan Sosial

Nyari Tawa juga beberapa kali terlibat dalam kegiatan sosial. Mulai dari bakti sosial, memberi makan kucing liar, berbagi dengan anak yatim, hingga membagikan takjil saat bulan Ramadhan.

Komunitas ini juga ikut memperkenalkan berbagai sudut Garut melalui kegiatan eksplorasi alam dan perjalanan menggunakan sepeda. Beberapa rute yang dilewati bahkan merupakan jalan atau tempat yang belum banyak diketahui, sehingga orang luar Garut juga bisa mengenal sisi lain daerah ini.

Nyari Tawa Terus Berkembang dan Punya Harapan Besar

Sejak awal terbentuk hingga sekarang, perkembangan Nyari Tawa terbilang cukup pesat. Komunitas ini tidak hanya dikenal oleh pesepeda di Garut, tetapi juga mulai dikenal oleh orang-orang dari luar daerah.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah menjaga kekompakan anggota. Karena itu, Nyari Tawa berusaha memperbanyak kegiatan dan menjaga komunikasi antar anggotanya, termasuk melalui grup WhatsApp untuk membangun chemistry.

Kedepannya, Nyari Tawa berharap bisa mengadakan long ride lintas provinsi dengan konsep “Bentang Tawa”. Mereka juga ingin memiliki agenda tahunan untuk internal komunitas dan menjadi salah satu pionir bagi pesepeda maupun komunitas baru.

Tidak hanya itu, Nyari Tawa juga memiliki harapan untuk memiliki basecamp dan bengkel pribadi. Mereka ingin menciptakan ruang yang aman dan nyaman, termasuk bagi perempuan yang ingin bergabung dalam komunitas yang saat ini mayoritas anggotanya laki-laki.

Baca Juga: Program GEMAR di Car Free Day Dicanangkan Pemkab Garut dan Kemenpora

Nyari Tawa Bukan Sekadar Tentang Sepeda

Pada akhirnya, Nyari Tawa bukan hanya menjadi komunitas sepeda Garut yang mempertemukan orang-orang dengan hobi yang sama. Lebih dari itu, komunitas ini menjadi tempat untuk mencari teman, membangun relasi, menjaga kesehatan, mengeksplorasi Garut, hingga berbagi cerita dan kesenangan dalam setiap perjalanan.

Pesan mereka untuk masyarakat Garut yang ingin mulai bersepeda juga cukup sederhana: "jangan malu dan jangan minder. Jangan lihat sepedanya, tapi lihat sepedaannya."

Sebab bagi Nyari Tawa, bersepeda bukan sekadar soal menginjak pedal. Sesuai dengan konsep cycling for fun, setiap putaran roda adalah kesempatan untuk bersenang-senang, bertemu orang baru, dan tentunya mencari tawa.

Penulis: Aulia Natasha Nursyahlaa

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca