Infogarut

Nyaneut Festival 2026 Sukses Digelar, Tradisi Minum Teh Khas Garut Kian Mendunia Lewat KEN

I
InfogarutPublisher
31 Juli 2026 pukul 07.47 4 menit baca
Nyaneut Festival 2026 Sukses Digelar, Tradisi Minum Teh Khas Garut Kian Mendunia Lewat KEN
Nyaneut Festival 2026 Sukses Digelar, Tradisi Minum Teh Khas Garut Kian Mendunia Lewat KEN

GARUT – Hangatnya secangkir teh, cahaya bulan purnama, serta semangat kebersamaan menyatu dalam kemeriahan Nyaneut Festival 2026 yang sukses digelar di Lapangan Situgede, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Kamis (30/7/2026). Tahun ini menjadi momen istimewa karena Nyaneut Festival resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sebuah agenda strategis Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai event budaya unggulan dari seluruh Indonesia.

Mengusung tema "Mapag Dangiang Larang Srimanganti" atau Menjemput Keberkahan di Gunung Cikuray, festival ini kembali mengangkat filosofi Nyaneut sebagai tradisi yang menghubungkan manusia dengan sesama, alam, serta Sang Pencipta melalui rasa syukur dan kebersamaan.

Tradisi Nyaneut sendiri berakar dari kebiasaan para pemetik teh di lereng Gunung Cikuray yang berkumpul di sekitar hawu atau perapian usai bekerja. Sambil menyeruput teh hangat dari bambu dan menikmati palawija bakar, mereka saling berbagi cerita hingga terjalin rasa persaudaraan yang hangat.

Baca Juga: Nyaneut Festival 2026, Kebanggaan Garut yang Kini Masuk Karisma Event Nusantara

Bupati Garut: Nyaneut Adalah Identitas Budaya yang Harus Dijaga

Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, budayawan, komunitas, dan masyarakat Cigedug yang telah menjaga tradisi ini selama bertahun-tahun.

Menurutnya, Nyaneut bukan sekadar tradisi minum teh, melainkan identitas budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Garut sekaligus kekayaan budaya Indonesia.

"Nyaneut adalah tradisi lokal yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Saya percaya tradisi seperti ini adalah identitas atau ciri khas orang Cigedug, orang Garut, dan orang Indonesia. Seterusnya kita harus kembangkan dengan sebaik-baiknya dan juga menjadi keunggulan Kabupaten Garut," ujar Bupati Garut.

Masuknya Nyaneut Festival ke dalam KEN 2026 juga dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Dapat Dukungan DPR RI dan Bank Indonesia

Dukungan terhadap penyelenggaraan Nyaneut Festival juga datang dari Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah yang mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung para seniman dan budayawan agar ruang pelestarian budaya di Garut semakin berkembang.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi yang sangat besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha.

Menurutnya, di balik sebuah destinasi wisata terdapat ribuan masyarakat yang menggantungkan penghidupannya, mulai dari pelaku UMKM, pekerja kreatif, hingga masyarakat desa yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan.

Dasep Badrusalam: Nyaneut Terus Menjaga Warisan Budaya Sunda

Pupuhu Nyaneut Festival 2026, Dasep Badrusalam, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi ke-13 dari festival yang telah menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya masyarakat Cigedug.

Ia menjelaskan bahwa secara historis Nyaneut juga memiliki keterkaitan dengan perjalanan dakwah Sunan Gunung Djati di wilayah Priangan Timur melalui pendekatan budaya.

Menurut Dasep, kata Nyaneut mengandung makna filosofis yang sangat mendalam, yakni menyambungkan rasa antarmanusia, mempererat hubungan manusia dengan alam, hingga mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebagai bentuk rasa syukur.

"Selama lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, Nyaneut Festival terus berkomitmen menjaga, merawat, dan memperkenalkan budaya Sunda kepada generasi muda. Kami percaya budaya hanya akan tetap hidup apabila terus dirawat bersama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," ujar Dasep.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Garut, Bank Indonesia, Bank BJB, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga Nyaneut Festival mampu menjadi bagian dari agenda nasional Karisma Event Nusantara 2026.

Baca Juga: Dua Event Unggulan Garut Resmi Masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

Suguhkan Ragam Pertunjukan Budaya Sejak Sore Hingga Malam

Sejak sore hari, kawasan Lapangan Situgede telah dipenuhi berbagai aktivitas budaya. Festival diawali dengan Sawala Budaya bertema "Ekonomi Kreatif Penopang Ketahanan Budaya" yang menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, Bank Indonesia, organisasi pelaku usaha, hingga tokoh ekonomi kreatif. Setelah itu, pengunjung diajak mengunjungi Pasar Budaya yang menampilkan produk-produk UMKM lokal, diselingi penampilan angklung, tari tradisional, hingga atraksi Reog.

Memasuki malam hari, suasana semakin khidmat melalui Pawai Obor yang mengantar para tamu menuju lokasi utama festival. Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, pemutaran video sejarah Nyaneut, sambutan para tamu undangan, pemberian penghargaan, hingga prosesi Mapag Cai, yaitu ritual membawa bambu berisi air yang diiringi lantunan selawat sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan kehidupan.

Puncak acara berlangsung saat Prosesi Utama Nyaneut, ketika seluruh peserta bersama-sama menyeruput teh hangat yang dipandu langsung oleh Pupuhu Nyaneut, Dasep Badrusalam. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan persaudaraan yang menjadi ruh dari tradisi Nyaneut.

Kemeriahan festival kemudian ditutup dengan penampilan Special Performance Samba Sunda yang memadukan musik etnik Sunda dengan sentuhan modern, menghadirkan suasana hangat sekaligus semarak di bawah cahaya bulan purnama.

Menjadi Etalase Budaya Garut di Tingkat Nasional

Keberhasilan Nyaneut Festival masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026 menjadi tonggak penting bagi promosi budaya Kabupaten Garut di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar sebuah festival, Nyaneut telah berkembang menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai gotong royong, pelestarian budaya, serta harmonisasi manusia dengan alam.

Melalui semangat tersebut, Nyaneut Festival diharapkan terus menjadi kebanggaan masyarakat Garut sekaligus menginspirasi daerah lain dalam menjaga dan merawat warisan budaya Indonesia.

Penulis: Reni Mardiani

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca