Infogarut

Hari Ular Sedunia 2026, Momentum Penting Jaga Kelestarian Ekosistem

M
Muhamad Renaldi SPublisher
16 Juli 2026 pukul 06.37 2 menit baca
Hari Ular Sedunia 2026, Momentum Penting Jaga Kelestarian Ekosistem
Hari Ular Sedunia 2026, Momentum Penting Jaga Kelestarian Ekosistem, Source: Istimewa

Setiap tanggal 16 Juli, masyarakat internasional kembali memperingati perayaan Hari Ular Sedunia demi pelestarian satwa. Momen tahunan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran publik agar persepsi negatif terhadap hewan eksotis ini dapat segera diluruskan.

Baca juga: Hari Memeluk Kucing Peliharaan Sedunia Diperingati 30 Mei, Ini Makna di Baliknya

Awal Mula Sejarah Hari Ular Sedunia

Mengutip laman Tirto.id, penamaan hewan yang berasal dari bahasa Inggris kuno snaca ini diperkirakan berevolusi dari kadal darat. Reptil menakjubkan tersebut diyakini sudah mulai hidup dan berkembang sejak masa 174,1 juta hingga 163,5 juta tahun lalu.

Fosil tertua makhluk ini juga ditemukan pernah hidup di wilayah Inggris sekitar 167 juta tahun yang lalu. Selain eksis secara global, wujud binatang tersebut sudah sangat lama dikenal luas dalam sejarah mitologi berbagai peradaban kuno.

Dalam catatan sejarah Alkitab, sosok setan mengambil bentuk hewan melata ini di Taman Eden untuk memperdaya manusia pertama. Akibat dari bujukan tersebut, sosok Hawa akhirnya memakan buah terlarang di surga sehingga harus segera diusir ke bumi.

Sementara menurut mitologi Irlandia pada abad ke-5, Santo Patrick diserang reptil ini saat berpuasa empat puluh hari lamanya. Tokoh tersebut kemudian mengayunkan tongkatnya demi mengusir populasi mereka ke laut, yang membuat Irlandia kini tidak memiliki ular.

Tujuan Peringatan Hari Ular Sedunia

Berdasarkan publikasi laman National Day, saat ini terdapat sekitar 3.500 spesies reptil melata di seluruh penjuru dunia. Mengingat banyaknya jenis tersebut, masyarakat perlu diedukasi bahwa tidak semua binatang eksotis itu tergolong membahayakan nyawa manusia.

Reptil ini memainkan peran penting dalam ekosistem dan dapat ditemukan tersebar luas di setiap benua kecuali wilayah Antarktika. Makhluk eksotis tersebut harus diperlakukan secara layak agar tidak musnah seiring maraknya perubahan iklim serta ketidakpahaman manusia terhadapnya.

Sangat disayangkan, banyak spesies langka yang kini terus terancam punah akibat rusaknya habitat asli serta perburuan liar oleh manusia. Praktik perdagangan satwa liar ilegal juga semakin memperburuk nasib pelestarian lingkungan, sehingga keberlangsungan hidup mereka menjadi sangat rentan.

Adanya peringatan hari penting sedunia ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang betapa pentingnya mengenal karakteristik hewan melata. Momentum kampanye global tersebut merupakan kesempatan yang paling bagus untuk mempelajari perlindungan satwa secara lebih mendalam lagi.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Nyamuk Dimusnahkan? Ini Dampaknya bagi Lingkungan

Nah Warginet, peringatan Hari Ular Sedunia tahun 2026 ini tentunya menyadarkan kita semua bahwa makhluk melata juga berhak dilindungi. Mari bersama memutus rantai perdagangan satwa ilegal demi menjaga keseimbangan alam raya, kebanggaan kita bagi generasi bangsa.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca