Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA secara mengejutkan mulai membicarakan rencana penambahan negara partisipan yang jauh lebih besar dari sebelumnya untuk pergelaran mendatang. Wacana perluasan yang sangat masif ini disampaikan langsung di tengah memanasnya atmosfer kompetisi saat ini.
Baca juga: Deretan Pemain Hebat dengan Rekor Top Assist Terbanyak Piala Dunia
Wacana Penambahan Kuota Peserta Baru
Mengutip laporan media asal Swiss, yakni Bluewin dan Aljazeera, penyelenggara FIFA saat ini sedang mengkaji kemungkinan ekspansi kuota negara. Rencana yang sangat ambisius untuk mencapai enam puluh empat tim ini diharapkan bisa segera direalisasikan pada pergelaran edisi selanjutnya.
Sebelumnya, kompetisi sepak bola akbar tersebut selalu mengandalkan format tiga puluh dua peserta dari tahun sembilan belas sembilan puluh delapan hingga edisi lalu. Turnamen tahun ini mencetak sejarah baru sebagai pergelaran perdana dengan empat puluh delapan peserta.
Walaupun kuota partisipan telah diperbesar dengan sangat signifikan, FIFA menilai batasan angka tersebut masih bisa terus ditingkatkan lagi ke depannya. Tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan emas bagi banyak negara berkembang agar mereka mampu unjuk gigi memperebutkan gelar juara.
”Itu jelas merupakan isu yang akan dibahas di komite terkait setelah Piala Dunia ini,” ujar Gianni Infantino, dikutip dari Aljazeera.
Menurut Presiden FIFA, Gianni Infantino, esensi kejuaraan megah ini adalah tentang keterwakilan, bukan sekadar dominasi benua Eropa dan Amerika Selatan. Tanpa tampil di panggung tertinggi, negara kecil akan kekurangan insentif serta motivasi untuk terus meningkatkan level permainan.
Setiap negara di penjuru dunia harus diizinkan untuk memiliki mimpi besar agar bisa berpartisipasi secara langsung dalam turnamen bergengsi ini. Saat ini kualitas tim nasional sangat tinggi dan kemampuan mereka terus berkembang semakin merata di seluruh benua.
"Setiap negara harus diizinkan untuk bermimpi berpartisipasi dalam Piala Dunia. Anda dapat melihat bahwa kualitas tim sangat tinggi - dan semakin tinggi di seluruh dunia," terangnya.
Dampak Positif dan Potensi Tuan Rumah
Wacana ekspansi ini muncul di tengah tingginya tensi turnamen dari total seratus empat pertandingan terjadwal di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Kompetisi tersebut kini menyisakan babak krusial dengan melibatkan empat tim raksasa, yakni Argentina, Inggris, Prancis, serta Spanyol.
Meski sempat memicu perdebatan sengit pada awal pelaksanaannya, Infantino mengklaim keberadaan format empat puluh delapan tim saat ini adalah sebuah kesuksesan besar. Hal tersebut menjadi bukti nyata yang secara valid menunjukkan semakin meratanya peta kekuatan olahraga sepak bola global.
”Setiap tim bermain di level tinggi. Tim dari setiap benua mencetak gol dan meraih setidaknya satu poin. Dari total peserta, 9 dari 10 tim asal Afrika berhasil menembus babak gugur. Sebagai perbandingan, pada edisi Piala Dunia sebelumnya, Afrika hanya diwakili oleh lima tim,” jelasnya.
Piala Dunia 2030 dipastikan bakal menjadi turnamen unik karena melibatkan tiga benua, dengan tiga laga pembuka digelar di Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Sementara itu keseluruhan sisa pertandingan turnamen megah tersebut akan diselenggarakan di wilayah Maroko, Portugal, serta negara Spanyol.
Jika wacana perluasan menjadi enam puluh empat tim ini benar disetujui, maka format baru tersebut diyakini akan segera merombak peta tuan rumah. Setiap negara Amerika Selatan berpotensi memegang hak penuh untuk mengelola satu grup berisi empat kesebelasan yang bertanding.
Keputusan final mengenai usulan penambahan kuota besar-besaran ini baru akan digodok secara resmi oleh pihak komite terkait internal institusi FIFA. Pembahasan intensif tersebut akan segera dilangsungkan setelah seluruh rangkaian kompetisi pergelaran tahun dua ribu dua puluh enam resmi berakhir.
Baca juga: FIFA Resmi Luncurkan DNA, Lagu Piala Dunia 2026 yang Satukan Musisi Dunia
Nah Warginet, mari kita nantikan perkembangan wacana besar dari FIFA ini seusai turnamen berlangsung agar sepak bola semakin merata. Format mana pun yang kelak dipilih tentunya diharapkan dapat terus mengangkat kualitas olahraga ini menuju tahapan kompetitif
Sumber: CNBC Indonesia






