Infogarut

Eksistensi Baso Aci Garut Berpotensi Jadi Warisan Budaya Tak Benda

I
InfogarutPublisher
10 Juli 2026 pukul 13.43 2 menit baca
Eksistensi Baso Aci Garut Berpotensi Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Eksistensi Baso Aci Garut Berpotensi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Source: Humas Pemda Garu

Pemerintah Daerah (Pemda) Garut kini tengah mengupayakan agar kuliner baso aci ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda yang diakui secara resmi. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat identitas kuliner daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal masyarakat setempat.

Baca juga: Festival Baso Aci 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM Garut

Identitas Kuliner Daerah Garut

Dikutip dari keterangan Humas Pemda Garut, upaya penetapan status warisan budaya sangat penting dilakukan demi menjaga orisinalitas pangan khas masyarakat daerah. Sejarah panjang perkembangan kuliner ini membuktikan bahwa olahan aci tersebut memang lahir dan berkembang di wilayah kabupaten ini.  

"Karena kalau melihat dari sejarah, dari tahun 1930 baso aci ini sudah berkembang di Kabupaten Garut. Jadi sing percanten bahwa baso Aci itu lahir di Garut," ucap Beni Yoga Gunasantika.

Pengembangan produk kuliner tradisional harus terus dijaga agar tidak diklaim oleh pihak lain yang ingin mengambil keuntungan secara sepihak. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah strategis dalam melestarikan warisan pangan yang sangat melekat dengan keseharian warga.

Edukasi mengenai asal usul kuliner ini menjadi sangat penting bagi generasi muda agar rasa memiliki terhadap budaya sendiri terus tumbuh. Pelestarian nilai-nilai sejarah dalam setiap sajian makanan khas tentu akan menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan luar.

Pelestarian Melalui Festival

Penyelenggaraan festival tahunan menjadi ajang paling tepat untuk mempromosikan warisan kuliner kepada khalayak luas yang datang dari berbagai daerah. Kegiatan ini dirancang secara khusus agar masyarakat bisa lebih mengenal sejarah serta filosofi di balik cita rasa produk tersebut.

"Dan lewat itulah yang menjadi semangat kami untuk mengadakan Festival Baso Aci setiap setahun sekali, dan khusus di tahun ini kami menyelenggarakan lomba kreasi makan baso aci di pembukaan yang mengajak ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita," pungkas Dhani.

Melibatkan berbagai organisasi wanita dalam lomba kreasi makanan merupakan langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan warisan kuliner bagi generasi masa depan. Semangat gotong royong dalam melestarikan budaya pangan harus tetap dijaga oleh seluruh elemen masyarakat demi kelangsungan identitas daerah.

Inovasi baru dalam penyajian produk diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk datang langsung menikmati keunikan kuliner khas kebanggaan warga lokal. Kolaborasi aktif antara pelaku industri kreatif dan pemerintah daerah menjadi kunci sukses dalam memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya.

Baca juga: 7 Rekomendasi Bakso Hidden Game di Garut yang Wajib Kamu Coba!

Jadi Warginet, mari kita lestarikan terus warisan kuliner daerah agar eksistensinya tetap terjaga dan dikenal oleh masyarakat luas di nusantara. Dukungan kita dalam mempromosikan pangan lokal tentu menjadi kebanggaan bersama bagi seluruh warga di Kabupaten Garut tercinta.

Penulis: Muhamad Renaldi S

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca