Kecamatan Cikajang di Kabupaten Garut bersama Kecamatan Agrabinta di Kabupaten Cianjur mendominasi sekitar 70,6 persen dari total luasan potensi wisata air terjun di Jawa Barat yang tercatat mencapai 10.629,97 hektare lahan aktif.
Baca juga: Garut Masuk Daftar Daerah dengan Wisata Buatan Terbanyak di Jawa Barat
Potensi Wisata Air Terjun di Jawa Barat
Luasan potensi tempat wisata air terjun berstatus pemanfaatan aktif tercatat mencapai 10.629,97 hektare. Kawasan potensial tersebut tersebar di 97 kecamatan pada berbagai wilayah kabupaten.
Berikut daftar sepuluh kecamatan dengan jumlah luas potensi air terjun aktif berdasarkan catatan data SDPDN Potensi Wisata Jawa Barat 2025:
Cikajang (Kabupaten Garut): 6.000 hektare
Agrabinta (Kabupaten Cianjur): 1.500 hektare
Pamarican (Kabupaten Ciamis): 700 hektare
Cigalontang (Kabupaten Tasikmalaya): 600 hektare
Pancatengah (Kabupaten Tasikmalaya): 507 hektare
Cisarua (Kabupaten Bogor): 503 hektare
Sagaranten (Kabupaten Sukabumi): 201 hektare
Ciambar (Kabupaten Sukabumi): 179 hektare
Karang Kencana (Kabupaten Kuningan): 53 hektare
Cisarua (Kabupaten Bandung Barat): 35 hektare
Konsentrasi Luas Wisata Air Terjun
Sekitar 70,6 persen dari total luasan kawasan potensial tersebut terpusat pada dua wilayah utama, yaitu Kecamatan Cikajang di Kabupaten Garut dan Kecamatan Agrabinta di Kabupaten Cianjur. Konsentrasi luas lahan ini menempatkan wilayah Cikajang sebagai pemegang potensi terbesar.
Besarnya luasan kawasan potensial tersebut tidak menandakan banyaknya jumlah objek curug di suatu wilayah. Angka statistik ini menggambarkan total area lahan yang memiliki status pemanfaatan aktif sebagai destinasi kunjungan publik.
Baca juga: Dua Destinasi Curug Asal Garut Masuk Jajaran Tertinggi di Jawa Barat
Jadi Warginet, tingginya angka luas potensi wisata air terjun di Jawa Barat dapat menjadi pijakan kuat untuk pengembangan sektor pariwisata daerah. Pengelolaan kawasan berstatus aktif diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga lokal setempat.






