Banyak kalimat yang dapat menggambarkan kota ini tanpa harus menyebutkan namanya secara ekspilsit. Mulai dari pesona puncak cikuray yang menjulang tinggi, wisata air Darajat, Kebun Bawang Barugantung, hingga pesona Tepas papandayan.
Keindahan serta kekayaan alam yang luar biasa menjadi salah satu alasan Garut dikenal banyak kalangan. Di era Gen-Z yang mengedepankan Slow living atau soft life dikehidupan yang caruk maruk ini, Garut memiliki daya tarik tersendiri serta menjadi destinasi yang cocok untuk healing. Keadaan alam yang masih asri ini sangat mendukung untuk merealisaikan emosi, menenangkan diri untuk refsresh pikiran serta membangun semangat baru.
Hal ini menunjukan City Branding dari Garut sebagai kota Intan memperlihatkan kota yang asri, nyaman, bersih hingga dapat memikat hati siapa saja yang berkunjung.
Selain dari Keindahan alamnya, Garut juga dikenal dengan berbagai produk olahan mulai dari beras ketan jadi dodol picnic, kulit sapi jadi jaket kulit sukaregang, olahan tepung tapioka yang menjadi kiblat jajanan peracian.
Selain, beberapa produk olahan yang menjadi ikonik Kota Garut, kota ini juga terkenal akan paguyuban pangkas rambut Asgar yang berkontribusi dibidang jasa. Hal ini menunjukan bahwa Garut memiliki segudang peluang bisnis yang menjanjikan. Uniknya, meski garut memiliki alam yang indah serta banyak peluang bisnis, data menunjukan bahwa warga Garut banyak yang memilih jadi perantau.
Hal ini berdasarkan data dari Dinas Perhubungan yang menyatakan bahwa 2,94 juta jiwa pemudik menuju ke Garut. Tingginya jumlah pemudik yang pulang ke Kabupaten Garut, menunjukkan angka perantau dari Kabupaten Garut saat ini cukup tinggi. Beberapa diantaranya menjadi pekerja di kawasan industri namun tidak sedikit juga yang mencoba peruntungan dengan membuka usaha di kota besar.
Sudah menjadi rahasia umum juga bahwa banyak UMKM yang lebih berhasil mengepakan sayap bisnisnya dengan menerapkan etnopreuner di tanah perantauan. Hal ini dilakukan untuk memperluas jaringan bisnis di kota besar yang memiliki daya beli jauh lebih tinggi.
Selain itu, di perantauan mereka membawa sesuatu yang "autentik" kultur Garut ke tempat yang belum memiliki hal tersebut menjadi nilai jual tinggi di kota perantauan. Lantas jika praktik etnopreuneur dapat berkembang lebih baik di dunia perantauan, bagaimana dengan bisnis di Kota Garut sendiri? Apakah tanah Garut tidak subur untuk berbisnis? Tentunya bisinis masih bisa bertumbuh di Garut, dengan anugrah keindahan alam dan menjadikan garut sebagai destinasi wisata Jawa Barat, banyak sekali UMKM yang berdiri di kota ini.
Beberapa UMKM yang berkecimpung di dunia peroleh-olehan khususnya produk yang menjadi ciri khas Garut ini memang dapat mencapai daya jual yang tinggi ketika musim liburan. Sedangkan, daya beli masyarakat sangat rendah dihari biasa, mengingat pemburu oleh-oleh ini didominasi oleh wisatwan luar kota.






