Infogarut

Amerika Serikat Genap 250 Tahun, Benarkah Pernah Dijajah Bangsa Eropa?

M
Muhamad Renaldi SPublisher
7 Juli 2026 pukul 09.29 2 menit baca
Amerika Serikat Genap 250 Tahun, Benarkah Pernah Dijajah Bangsa Eropa?
Amerika Serikat Genap 250 Tahun, Benarkah Pernah Dijajah Bangsa Eropa?, Source: Istimewa

Amerika Serikat (AS) genap berusia 250 tahun pada Sabtu, (4/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan atau Independence Day. Sebelum menjadi negara adidaya seperti sekarang, wilayah yang kini menjadi Amerika Serikat pernah berada di bawah kekuasaan dan pengaruh sejumlah bangsa Eropa melalui proses kolonisasi yang berlangsung selama ratusan tahun.

Baca juga: Venezuela: Dari Negara Kaya di Dunia hingga Terjebak Krisis Ekonomi

Benarkah Pernah Dijajah?

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, Hari Kemerdekaan Amerika Serikat merujuk pada Deklarasi Kemerdekaan yang disahkan pada 4 Juli 1776. Pada hari itu, 13 koloni Inggris di Amerika Utara menyatakan diri merdeka dan tidak lagi tunduk kepada Kerajaan Inggris di bawah Raja George III setelah ketegangan antara kedua pihak terus meningkat.

Secara sederhana, wilayah yang sekarang menjadi Amerika Serikat memang pernah dijajah oleh sejumlah bangsa Eropa. Namun, yang berada di bawah kekuasaan kolonial saat itu bukanlah Amerika Serikat sebagai negara modern karena negara tersebut belum berdiri, melainkan wilayah-wilayah di Amerika Utara yang kemudian berkembang menjadi bagian dari AS.

Penting pula dicatat bahwa Amerika Utara bukanlah wilayah kosong ketika bangsa Eropa datang. Kawasan tersebut telah lama dihuni oleh berbagai masyarakat asli Amerika. Kedatangan bangsa Eropa kemudian membawa perubahan besar terhadap peta kekuasaan, kehidupan masyarakat lokal, aktivitas perdagangan, hingga struktur politik di kawasan tersebut.

Awal Lahirnya Amerika

Inggris mulai membangun koloni di pesisir timur Amerika Utara sejak awal 1600-an. Seiring waktu, koloni-koloni tersebut berkembang menjadi 13 koloni yang kemudian menjadi cikal bakal Amerika Serikat, tetapi hubungan dengan pemerintah Inggris memburuk karena warga koloni diwajibkan membayar berbagai pajak tanpa memiliki wakil di parlemen Inggris.

Ketegangan semakin meningkat setelah pemerintah Inggris memberlakukan sejumlah kebijakan, termasuk pajak atas teh dan dokumen resmi. Situasi tersebut memicu Revolusi Amerika pada 1775 ketika milisi dari koloni mulai berhadapan langsung dengan pasukan Inggris dalam perjuangan menuju kemerdekaan.

Puncak perjuangan terjadi pada 4 Juli 1776 ketika Kongres Kontinental Kedua di Philadelphia menyetujui Deklarasi Kemerdekaan yang sebagian besar disusun oleh Thomas Jefferson dengan dukungan John Adams dan Benjamin Franklin. Dokumen tersebut menyatakan koloni-koloni Amerika menjadi negara merdeka sekaligus menegaskan hak dasar manusia, yakni hak untuk hidup, merdeka, dan mengejar kebahagiaan, sementara Perang Revolusi Amerika baru benar-benar berakhir pada 1783 melalui Perjanjian Paris.

Baca juga: 6 Negara yang Pernah Berada dalam Wilayah Kekuasaan Nusantara

Jadi Warginet, perjalanan lahirnya Amerika Serikat memperlihatkan bahwa sebuah negara besar terbentuk melalui proses yang panjang. Sebelum dikenal sebagai negara adidaya dengan pengaruh besar di dunia, Amerika Serikat lebih dulu melewati masa kolonisasi, perjuangan kemerdekaan, hingga perang yang akhirnya mengantarkan negara tersebut memperoleh pengakuan sebagai negara merdeka.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca