Beranda Penjelasan Tentang Board of Peace: Tujuan, Pro dan Kontra-nya
ADVERTISEMENT

Penjelasan Tentang Board of Peace: Tujuan, Pro dan Kontra-nya

5 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Penjelasan Tentang Board of Peace: Tujuan, Pro dan Kontra-nya, Source: Instagram @presidenrepublikindonesia

Board of Peace merupakan inisiatif Donald Trump untuk mendorong perdamaian global, dengan Indonesia bergabung sebagai anggota dan memicu pro kontra internasional.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan pembentukan Board of Peace sebagai forum internasional baru untuk penyelesaian konflik global, termasuk Gaza. Indonesia menjadi salah satu negara yang menyatakan untuk bergabung, sehingga menimbulkan pertanyaan publik terkait tujuan, fungsi, serta konsekuensinya.

Baca juga: Trump Akhiri Perang Gaza Lewat 20 Poin Rencana Damai

Apa Itu Board of Peace?

Board of Peace merupakan badan internasional yang diusulkan oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat, sejak September 2025 dengan tujuan memfasilitasi dialog, stabilisasi kawasan konflik, hingga pemulihan pemerintahan dan ekonomi pascaperang di berbagai belahan dunia.

Melansir dari Reuters, awalnya Board of Peace diprioritaskan pada konflik Gaza, namun mandatnya kemudian diperluas agar dapat menangani konflik global lainnya. Trump bahkan menunjuk dirinya sebagai ketua pertama dengan kewenangan luas dalam pengambilan keputusan strategis.

Tujuan dan Tugasnya

Dalam piagam organisasi dengan tebal mencapai 11 halaman, Board of Peace memiliki struktur tiga lapis, yakni Dewan Pendiri, Dewan Eksekutif, dan Ketua. Dewan Pendiri bertugas menentukan kebijakan, anggaran, serta penunjukan pejabat penting organisasi.

Dewan Eksekutif beranggotakan tujuh tokoh internasional, termasuk Tony Blair dan Jared Kushner. Selain itu, terdapat pilar militer yang dipimpin oleh Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers untuk mendukung misi stabilisasi dan pelucutan senjata di kawasan konflik.

Pro Kontra dan Sikap RI

Hadirnya Board of Peace menuai pro dan kontra karena dinilai berpotensi tumpang tindih dengan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Trump bahkan menyebut bahwa PBB kurang efektif, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan melemahnya legitimasi lembaga internasional tersebut.

Indonesia memilih bergabung dengan Board of Peace sebagai langkah diplomasi kemanusiaan. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keikutsertaannya bertujuan untuk memastikan kepentingan Palestina dan negara berkembang tetap terwakili dalam forum global tersebut.

Baca juga: Trump : Seluruh Wilayah Gaza Tergantung Pada Israel

Nah Warginet, di balik tujuan pembentukan Board of Peace yang mengatasnamakan perdamaian global, tetspi langkah ini menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah dewan tersebut benar-benar menjadi solusi konflik dunia, atau justru alat kepentingan politik baru yang berpotensi melemahkan peran PBB

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.