Beranda Istilah Makan dan Minum dalam Bahasa Sunda Lemes dan Loma
ADVERTISEMENT

Istilah Makan dan Minum dalam Bahasa Sunda Lemes dan Loma

2 jam yang lalu - waktu baca 4 menit
Iustrasi makan-makan | Unsplash/Inna Safa

Apa bahasa Sundanya makan?

Warginet mungkin familier dengan pertanyaan itu. Pertanyaan semacam ini sering biasanya muncul, terutama dari orang tua yang sedang mengajarkan bahasa Sunda ke anak-anak mereka.

Meskipun masih banyak anak-anak Sunda yang menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, tetapi ada saat di mana mereka bingung dengan kata yang tepat untuk diucapkan, apalagi saat akan melaksanakan ujian mata pelajaran muatan lokal bahasa Sunda.

Dalam bahasa Sunda, kata ‘makan’ tidak hanya satu. Banyak opsi kosa kata lain yang bisa dipakai. Namun, perlu dicatat jika penggunaannya sangat bergantung pada tingkatan bahasa yang menunjukkan sopan santun dan dengan siapa Warginet berbicara.

Kenapa Bahasa Sunda Punya Banyak Istilah buat Makan dan Minum?

Dalam bahasa Sunda, ada yang disebut dengan undak-usuk basa. Undak-usuk basa merujuk pada tingkatan bahasa yang menunjukkan sopan santun, kedekatan, dan dengan siapa Warginet berbicara. Nah, tingkatan berbahasa ini sangat penting agar membuat tutur kata yang diucapkan terdengar tetap sopan.

Bahasa-bahasa daerah biasanya memang memiliki tingkatan berbahasa. Di bahasa Sunda, umumnya ada tiga tingkatan utama, yaitu:

  • Lemes (halus): dipakai untuk menghormati orang yang lebih tua, guru, atau sosok yang dihormati.
  • Loma (akrab): tingkatan ini biasa digunakan saat berbincang dengan rekan sebaya atau situasi santai.
  • Kasar: sesuai dengan namanya, bahasa kasar hanya dipakai di situasi yang sangat informal, seperti saat marah atau merujuk pada hewan. Bahasa ini juga bisa dipakai untuk berbincang dengan teman yang sangat dekat. Namun, dianjurkan untuk tidak dijadikan bahasa percakapan sehari-hari.

Selain itu, dalam bahasa Sunda, kata kerja bisa berubah tergantung dengan siapa yang melakukan dan kepada siapa kamu berbicara. Menggunakan kata yang terlalu halus untuk diri sendiri bisa terdengar sombong atau bahkan keliru. Sementara itu, berbicara dengan bahasa loma atau kasar dengan orang tua pun dianggap tidak sopan.

Baca Juga: Kenali 15 Suara Hewan (Sora Sasatoan) dalam Bahasa Sunda yang Unik dan Lucu

Daftar Istilah Makan dan Minum dalam Bahasa Sunda Lengkap Beserta Tingkatannya

Lemes (halus)

Istilah

Arti

Contoh Kalimat

Arti Kalimat

Tuang

Makan

Aa' parantos tuang?

Kakak sudah makan?

Neda

Makan

Abdi badé neda heula.

Saya mau makan dulu.

Ngaleueut

Minum

Mangga, dihaturanan leueut.

Silakan diminum.

Emam

Makan (untuk anak-anak)

Dedek, ayo emam heula sanguna!

Dedek, ayo dimakan dulu nasinya!

Loma (santai)

Istilah

Arti

Contoh Kalimat

Arti Kalimat

Dahar

Makan

Urang dahar di kantin, yuk.

Kita makan di kantin, yuk.

Nginum

Minum

Maneh geus nginum cai herang?

Kamu sudah minum air putih, belum?

Eueut

Minum

Hoyong eueut teu?

Mau minum, tidak?

Kasar/Informal

Istilah

Arti

Contoh Kalimat

Arti Kalimat

Lolodok

Makan

Lolodok weh sekalian kabeh, meh wareg!

Makan aja sekalian semuanya, biar kenyang!

Ngejo

Makan

Maneh geus ngejo can?

Kamu udah makan nasi belum?

Lebok

Makan

Leboh tah saguna!

Makan, tuh, nasinya!

Baranghakan

Makan (porsi besar)

Sia mah gawena ngan baranghakan wae.

Kamu kerjaannya makan mulu.

Nyatu

Makan

Nyatu naon maneh?

Makan apa kamu?

Istilah lainnya

Istilah

Arti

Contoh Kalimat

Arti Kalimat

Seubeuh

Kenyang

Alhamdulillah, geus seubeuh.

Alhamdulillah, sudah kenyang.

Ngagayém

Mengunyah

Ulah ngagayém baé.

Jangan ngunyah melulu.

Ngégél 

Menggigit

Ucing ngégél lauk dina méja.

Kucing itu makan ikan di meja.

Botram

Makan bersama

Hayu urang botram di kebon!

Ayo makan bersama di kebun!

Ngalamot

Menjilat makanan

Si Sandi ngalamot es krim di buruan.

Si Sandi menjilat es krim di halaman.

Ancin

Makan sedikit

Meni ancin atuh tuang teh?

Sedikit banget makannya?

Culamétan 

Mengambil makanan orang lain

Culametan pisan maneh mah.

Kamu culametan banget.

Wareg

Kenyang

Abdi tos wareg.

Aku sudah kenyang

Kenapa Orang Sunda Suka Botram?

Ada budaya unik khas Sunda yang sangat lumrah dijumpai di dalam kehidupan masyarakatnya, yaitu ngariung atau berkumpul. Budaya ini dianggap sebagai fondasi sosial untuk mempererat silaturahmi antarsesama, kekeluargaan, dan menyimbolkan gotong royong.

Ngariung menjadi simbol keakraban. Orang-orang akan berkumpul dan saling berbagi cerita. Biasanya, mereka akan makan bersama alias botram. Tradisi satu ini umum dilakukan dengan lesehan. Tikar akan digelar lebar-lebar dan makanan bakal disajikan di atas daun pisang.

Makanan yang disajikan pun identik dengan menu khas Sunda, seperti nasi liwet, ikan asin, sambal, lalapan, dan sebagainya. Botram bisa menciptakan suasana yang hangat dan santai.

Gimana, sudah hafal belum istilah makan dan minum dalam bahasa Sunda-nya? Coba praktikkan sekarang, yuk!

Baca Juga: 30+ Ucapan Belasungkawa Bahasa Sunda yang Penuh Makna dan Doa

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.