Dulu Diremehkan, Kini Buah Sukun Jadi 'Future Food' Dunia 2026
Garut, infogarut.id – Siapa sangka buah yang sering kita temukan di pekarangan rumah atau dijajakan di pinggir jalan sebagai gorengan hangat, kini tengah menjadi primadona di panggung pangan dunia.
Buah sukun, atau yang secara internasional dikenal dengan nama breadfruit, kini resmi dinobatkan sebagai future food atau pangan masa depan di tahun 2026.
Meski di Indonesia sukun sering kali dianggap sebagai panganan tradisional yang sepele, dunia internasional justru sedang "memburu" buah ini karena kandungan gizinya yang luar biasa serta ketahanannya terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: Mengenal Cabai Palurah IPB, Jadi Cabai yang Super Pedas!
Mengapa Sukun Menjadi Superfood Dunia?
Berdasarkan laporan kesehatan global, sukun bukan sekadar pengganjal perut. Buah ini memiliki profil nutrisi yang sangat lengkap. Mengutip dari berbagai sumber, berikut adalah keunggulan utama sukun yang membuatnya begitu berharga:
-
Sumber Energi Alami yang Sehat
Sukun mengandung karbohidrat kompleks (28–79 persen) yang menjadikannya alternatif pengganti nasi atau gandum yang ideal. Hebatnya lagi, sukun sepenuhnya bebas gluten (gluten-free), sehingga aman bagi mereka yang memiliki diet khusus.
-
Kaya Nutrisi dan Mineral
Di balik teksturnya yang padat, sukun menyimpan vitamin C, kalium, magnesium, hingga asam amino esensial. Kandungan seratnya yang tinggi juga terbukti ampuh melancarkan pencernaan serta membantu menurunkan kadar kolesterol.
-
Benteng Ketahanan Pangan
Pohon sukun (Artocarpus altilis) dikenal sangat tangguh. Tanaman ini mampu bertahan di cuaca ekstrem dan tetap produktif hingga puluhan tahun. Satu pohon sukun dapat menghasilkan ratusan buah dalam satu musim, menjadikannya solusi cerdas untuk menghadapi ancaman krisis pangan global di masa depan.
Baca Juga: Peluang Bisnis Menggiurkan di Garut, dari Sektor Pariwisata hingga Kuliner
Dari Gorengan Menjadi Produk Bernilai Tinggi
Ironisnya, saat di luar negeri sukun mulai diolah menjadi tepung premium untuk bahan baku roti, pasta, hingga dessert mewah, di tanah air pemanfaatannya masih terbatas pada keripik atau gorengan.
Padahal, potensi ekonomi sukun sangatlah besar. Di pasar global, permintaan akan bibit dan produk turunan sukun terus meningkat. Negara-negara maju kini melirik daerah tropis seperti Indonesia sebagai pemasok utama tanaman yang dianggap sebagai penyelamat krisis pangan ini.
Peluang Besar untuk Garut
Bagi masyarakat Garut, fenomena "naik kelasnya" buah sukun ini seharusnya menjadi peluang emas. Dengan kondisi tanah yang subur dan lahan yang luas, pengembangan budidaya sukun secara modern bisa menjadi sektor baru yang menjanjikan bagi petani lokal.
Sukun tidak lagi hanya tentang makanan kampung, melainkan simbol pangan berkelanjutan yang bergizi dan bernilai ekonomi tinggi. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Garut bisa menjadi salah satu pusat penghasil sukun terbaik yang mampu memenuhi permintaan pasar dunia.
Sudah saatnya kita berhenti meremehkan buah lokal ini. Mari kembali melirik pekarangan, karena siapa tahu, harta karun masa depan itu ada tepat di depan mata kita.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.