Beranda Tragedi Affan Kurniawan, Driver Ojol Muda yang Jadi Korban Rantis Brimob
ADVERTISEMENT

Tragedi Affan Kurniawan, Driver Ojol Muda yang Jadi Korban Rantis Brimob

13 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Tragedi Affan Kurniawan, Driver Ojol Muda yang Jadi Korban Rantis Brimob (images: AI/ Istimewa))

Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online, menjadi korban dalam insiden tragis yang terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Ia bukanlah seorang aktivis, bukan pula bagian dari massa aksi. Affan hanyalah anak muda yang tengah berjuang menghidupi keluarganya lewat profesi sebagai ojol.

Namun, takdir berkata lain. Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Barracuda saat aparat berusaha membubarkan massa. Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi meninggalkan luka mendalam, baik bagi keluarga maupun komunitas ojol yang merasa kehilangan salah satu rekannya di jalanan.

Baca Juga: Serangan Double Tap Israel di RS Nasser Turut Tewaskan Jurnalis dan Tenaga Medis, Dunia Kecam Keras!

Kronologi Insiden yang Merenggut Nyawa

Detik-detik Affan Kurniawan Terlindas (source Istimewa).jpgPerbesar +

Insiden bermula sekitar pukul 19.25–19.40 WIB ketika aparat mencoba menghentikan massa di sekitar SPBU Pejompongan. Ketegangan meningkat setelah beberapa pelajar yang tidak ikut aksi justru dihentikan paksa hingga terjatuh dari sepeda motor.

Situasi semakin kacau ketika sebuah kendaraan taktis Brimob melaju kencang di kawasan Bendungan Hilir dekat SPBU Lamper.

Affan, yang saat itu berada di lokasi, terseret dan akhirnya terlindas. Informasi awal sempat simpang siur, namun kemudian dikonfirmasi bahwa ia meninggal dunia.

Lautan Ojol Mengiringi Pemakaman Affan

Pasukan Ojol Mengantarkan Affan ke Peristirahatan Terakhir (Source ANTARA FOTO).jpgPerbesar +

Hari ini Jumat (29/8/2025), jenazah Affan disalatkan di rumah duka di kawasan Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat. Suasana duka begitu terasa, tangis keluarga berpadu dengan amarah rekan-rekan seprofesi yang merasa kehilangan.

Dari rumah duka, jenazah dibawa dengan ambulans menuju TPU Karet Bivak. Ribuan ojol dari berbagai penjuru Jakarta datang mengiringi prosesi pemakaman.

Jalanan dipenuhi lautan jaket hijau, sebuah simbol solidaritas dan penghormatan terakhir untuk Affan. Tangis dan doa tak henti dipanjatkan, menjadikan momen itu bukan sekadar pemakaman, tetapi juga pernyataan moral dari komunitas ojol kepada negara.

Tuntutan Transparansi dan Keadilan

Koalisi Ojol Nasional bersama sejumlah lembaga sipil menegaskan bahwa kematian Affan adalah preseden buruk dalam praktik demokrasi dan negara hukum. Melansir laman tirto.id, Julius Ibrani, perwakilan koalisi, menyoroti pentingnya penanganan massa yang proporsional tanpa membuka ruang kekerasan berlebihan.

Dalam kondisi ekonomi rakyat yang tengah sulit, kata Julius, negara seharusnya hadir dengan kebijakan yang berpihak, bukan justru menambah luka dengan tindakan represif.

Koalisi pun menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Affan serta mengingatkan bahwa demonstran dan masyarakat sipil adalah pemilik sah kebebasan berpendapat, bukan musuh negara.

Penahanan Anggota Brimob

Sebagai tindak lanjut, Divisi Propam Mabes Polri menahan tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat dalam peristiwa ini. Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Langkah ini menjadi ujian bagi institusi Polri untuk benar-benar menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas hukum.

Respons Pemerintah dan Aparat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan. Ia berjanji pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga korban serta memerintahkan penyelidikan tuntas dan transparan. Presiden menegaskan, apabila terbukti ada tindakan aparat yang melanggar hukum, sanksi tegas akan dijatuhkan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian aparat dalam pengamanan aksi, sementara pihak Brimob menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada komunitas ojol dan keluarga korban.

Lebih dari Sekadar Tragedi

Kematian Affan Kurniawan tidak bisa hanya dipandang sebagai sebuah kecelakaan tragis. Ia adalah simbol bagaimana warga biasa, anak muda pekerja keras, tulang punggung keluarga, dapat menjadi korban dalam pusaran kebijakan negara dan tindakan aparat yang berlebihan.

Pemakaman Affan yang dihadiri ribuan ojol adalah pernyataan kolektif: Bahwa suara rakyat kecil tidak bisa diabaikan, dan bahwa negara wajib menjamin keadilan serta keamanan bagi seluruh warganya.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.