Beranda Mengenal Salam Selamat Siang dalam Bahasa Sunda
ADVERTISEMENT

Mengenal Salam Selamat Siang dalam Bahasa Sunda

15 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengenal Salam Selamat Siang dalam Bahasa Sunda

Ucapan selamat siang dalam Bahasa Sunda bukan sekadar salam, melainkan cermin budaya, kesopanan, dan doa untuk kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ucapan “selamat siang” kerap dianggap biasa saja, seolah hanya menjadi penanda waktu di siang hari. Namun, dalam Bahasa Sunda, salam ini menyimpan makna mendalam yang merefleksikan nilai adat, kesopanan, dan rasa hormat terhadap orang yang diajak berbicara.

Baca juga: 50+ Nama Sunda Kuno Laki-laki, Cocok Buat yang Mau Punya Calon Bayi!

Makna Salam Selamat Siang 

Bagi masyarakat Sunda, salam bukan sekadar basa-basi, melainkan unsur penting dalam kehidupan sosial. “Selamat siang” dianggap sebagai ungkapan penuh doa, penghormatan, dan bentuk penghargaan terhadap orang lain supaya hubungan tetap harmonis setiap harinya.

Selain itu, ucapan salam juga memiliki peran penting dalam mempererat rasa kebersamaan. Dengan mengucapkan “selamat siang” secara tulus, masyarakat Sunda menunjukkan keramahan sekaligus menjunjung tinggi budaya silih asah, silih asih, dan silih asuh yang masih dijaga hingga saat ini.

Variasi Ungkapan Salam

Dalam Bahasa Sunda, ucapan “selamat siang” bisa diciptakan dengan beberapa variasi. Kata “wilujeng siang” atau “wilujeng tepang siang” kerap kali digunakan di situasi formal, menandakan sikap hormat yang mendalam kepada lawan bicara atau orang yang lebih tua.

Sebaliknya, sapaan santai seperti “siang” lebih sering terdengar dalam pertemanan. Perbedaan ungkapan ini menandakan betapa kayanya Bahasa Sunda dalam nuansa kesopanan, sekaligus menegaskan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya.

Etika Menyapa dengan Sopan

Masyarakat Sunda selalu meletakkan sopan santun sebagai prioritas, termasuk ketika mengucapkan “selamat siang.” Cara menyapa seseorang harus disesuaikan dengan kondisi, terutama saat berinteraksi dengan orang yang lebih tua, tokoh masyarakat, atau dalam situasi resmi.

Tidak hanya mengenai kata-kata, bahasa tubuh berperan serta dalam menentukan kesan salam yang disampaikan. Menyapa dengan senyum, nada suara ramah, serta tatapan penuh hormat akan memperkuat makna doa yang terkandung dalam ucapan sederhana seperti “selamat siang.”

Baca juga: Mengenal Rumah Adat Sunda dan 8 Jenisnya yang Unik

Nah Warginet, ucapan “selamat siang” dalam Bahasa Sunda membuktikan bahwa salam sederhana bisa sarat makna. Ia tidak sekadar simbol waktu, melainkan doa, penghormatan, serta bentuk kearifan lokal yang menjadikan masyarakat Sunda dikenal ramah dan menjunjung kesopanan.

 

Source: basasunda.com

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.